Sabtu, 18 Maret 2017

1. Coconut Milk Coffee

Jakcity-Penyajian-Coffee-Unik

Di eksperimen ini, kita akan coba minum kopi yang lebih unik. Caranya, siapkan setengah cangkir kopi regulermu. Lalu, di tempat yang berbeda, panaskan santan sampai mendidih. Nah setelah itu, tuangkan santan ini ke kopi yang telah kamu siapkan hingga cangkirnya penuh. Tambahkan juga sirup coklat agar ada manis-manisnya gitu. Jadi deh! Faktanya, santan membuat kopimu terasa lebih gurih dan juga membantu kamu memproses kafein juga loh.

2. Coffe Float

Di antara kalian pasti tidak asing sama resep yang satu ini. Mudah saja membuatnya, siapkan secangkir kopi panas regulermu lalu tambahkan satu sendok makan bubuk kokoa, aduk rata. Kemudian tambahkan satu scoop es krim vanilla di kopimu. Resep ini cocok loh buat kamu yang suka kopi tapi nggak bisa meng-handle rasa pahitnya.

 

3. Butter Coffee

Butter coffe atau yang biasa dikenal dengan bulletproof coffee memang cukup unik dan menarik untuk dicoba. caranya, siapkan secangkir kopi regulermu lalu tambahkan tiga sendok teh minyak kelapa dan satu sendok makan butter. setelah itu kalian bisa blander ketiga bahan tadi sampai warnanya berubah menjadi coklat muda seperti cappucino. katanya minyak kelapa dan butter itu membantu tubuhmu untuk memproses kaferin dalam kopi, dan rasanya akan membuat kopimu menjadi lebih creamy. Hmmmm yummy.

4. Espresso Tonic

Jakcity-Penyajian-Coffee-Unik-2

Kopi yang satu ini sangat cocok untuk kamu yang tiap hari beraktivitas berat. Caranya, di gelas yang besar yang sudah diisi es balok, lalu kamu tuangkan air minum tonik favoritmu, lalu tambahkan secangkir kecil espresso di atasnya, aduk rata lalu minum. Niscaya kamu makin semangat untuk beraktivitas.

5. Mocha n Rocks With Milk

Ini adalah resep yang bisa jadi favorit buat kamu para light coffee drinker.Caranya, buat kopi seperti biasa, lalu tuang kopimu ke tray es balok, lalu kamu bekukan supaya kamu mendapatkan es balok kopi. Nah setelah beku, letakkan beberapa es balok kopi ke gelas, lalu tuangkan susu vanilla. Kamu bisa tambahkan topping di atasnya sesuai yang kamu suka loh. Rasanya? Citarasa susu dan kopi bercampur jadi satu, tidak usah ditanya lagi, pasti enak!

 

6. Mazagran Coffee

Resep kopi yang berasal dari Portugal ini worth-trying banget buat kamu yang suka minuman asam. Caranya, peras lemon hingga setengah gelas. Lalu di gelas yang berbeda, siapkan kopi dingin dan tambahkan dua sendok gula. Kemudian, campur kopi ini dengan air perasan lemon tadi dan es balok. Jadilah kopi yang cocok untuk menemani siang panasmu.

 

7. Kaisermelange

Jakcity-Penyajian-Coffee-Unik-3

Pernah dengan kopi ini? kaisarmelange adalah salah satu resep kopi dari Australia. cara membuat kopi ini sangat sederhana, cukup kamu siapkan satu kuning telur di cangkir, lalu campurkan dengan satu-dua sendok madu dan aduk sampai rata. Setelah itu masukkan kopi hitam secara perlahan ke dalam cangkir tersebut hingga penuh, dan selamat menikmati sensasi rasanya. Kopi ini menjadi salah satu minuman yang sering dibuat orang-orang Australia pada pagi hari.

Jumat, 10 Maret 2017

PENGOLAHAN PRODUK PRIMER KOPI
1.PANEN TEPAT MATANG
Buah buah kopi matang ditandai oleh perubahan warna kulit buah kopi yang semula hijau menjadi merah.
2.SORTASI BUAH SEHAT
Buah sehat adalah buah matang yang bernas, tidak terkena serangan hama dan penyakit dan ditandai oleh tampilan kulit buah yang mulus dan segar. Buah kopi merah segera diolah lanjut tanpa penundaan.
3.PENGUPASAN KULIT BUAH
Buah dikupas secara mekanis untuk memisahkan biji berkulit tanduk [biji kopi HS] dan kulit buah. Biji kopi HS diolah lanjut sebagai bahan minuman, sedangkan kulit buah merupakan limbah yang dapat digunakan sebagai bahan baku kompos, pakan ternak dan biogas.
4.PENCUCIAN BIJI KOPI
Biji kopi yang telah fermentasi dicuci secara mekanis dan dibilas dengan air sampai permukaan kulit tanduk menjadi licin.
5. PENCUCIAN BIJI KOPI
Biji kopi yang telah fermentasi dicuci secara mekanis dan dibilas dengan air sampai permukaan kulit tanduk menjadi licin
6. PENGERINGAN MEKANIS
Biji kopi HS dikeringkan secara mekanis pada suhu 50-55 oC. Kadar air biji kopi yang semula 55 % turun menjadi 12 % selama 40 jam. Bahan bakar pengering adalah kayu yang diperoleh dari hasil pangkasan pohon pelindung tanaman. Kipas udara pengering digerakkan oleh motor listrik atau motor disel dengan bahan bakar bio-disel.
7. PENGUPASAN BIJI KOPI HS KERING
Kulit tanduk [HS] dikupas secara mekanis sampai dihasilkan biji kopi beras. Kulit tanduk merupakan limbah dan dapat digunakan sebagai bahan baku kompos dan pakan ternak.
8. SORTASI BIJI KOPI KERING
Biji kopi beras disortasi secara mekanik untuk memisahkan biji ukuran besar [ukuran > 6,5 mm], ukuran medium [5,5 mm<d<6,5mm] dan ukuran kecil [< 5,5 mm]. Biji pecah dan biji kecil terpisah di rak paling bawah.
9. PENGEMASAN dan PENGGUDANGAN
Biji kopi beras atas dasar ukurannya dikemas dalam karung goni [@ 60 – 90 kg] berlabel produksi dan disimpan dalam gudang yang bersih dan berventilasi cukup. Tumpukan karung-karung disangga di atas palet kayu dan tidak menempel di dinding gudang.
PENGOLAHAN PRODUK SEKUNDER [Biji Kopi Sangrai dan Kopi Bubuk]
1.BIJI KOPI
Biji kopi merupakan bahan baku minuman sehingga aspek mutu [fisik, kimiawi, kontaminasi dan kebersihan] harus diawasi sangat ketat karena menyangkut citarasa, kesehatan konsumen, daya hasil [rendemen] dan efisiensi produksi. Dari aspek citarasa dan aroma, seduhan kopi akan sangat baik jika biji kopi yang digunakan telah diolah secara baik.
2.PENYANGRAIAN
Kunci dari proses produksi kopi bubuk adalah penyangraian. Proses sangrai diawali dengan penguapan air dan diikuti dengan reaksi pirolisis. Secara kimiawi, proses ini ditandai dengan evolusi gas CO2 dalam jumlah banyak dari ruang sangrai. Sedang secara fisik, pirolisis ditandai dengan perubahan warna biji kopi yang semula kehijauan menjadi kecoklatan. Kisaran suhu sangrai yang umum adalah antara 195 sampai 205oC.
3.TINGKAT SANGRAI
Waktu penyangraian bervariasi mulai dari 7 sampai 30 menit tergantung pada suhu dan tingkat sangrai yang diinginkan. Kisaran suhu sangrai adalah sebagai berikut,
Suhu 190 –195 oC untuk tingkat sangrai ringan [warna coklat muda],
Suhu 200 – 205 oC untuk tingkat sangrai medium [warna coklat agak gelap] Suhu di atas 205 oC untuk tingkat sangrai gelap [warna coklat tua cenderung agak hitam].
4.PENCAMPURAN
Untuk mendapatkan citarasa dan aroma yang khas, kopi bubuk bisa diperoleh dari campuran berbagai jenis kopi atas dasar jenisnya [Arabika, Robusta, Exelsa dll], jenis proses yang digunakan [proses kering, semi-basah, basah], dan asal bahan baku [ketinggian, tanah dan agroklimat]. Pencampuran dilakukan dengan alat pencampur putar tipe hexagonal.
5.PENGHALUSAN BIJI KOPI SANGRAI
Biji kopi sangrai dihaluskan dengan alat penghalus [grinder] sampai diperoleh butiran kopi bubuk dengan kehalusan tertentu. Butiran kopi bubuk mempunyai luas permukaan yang sangat besar sehingga senyawa pembentuk citarasa dan senyawa penyegar mudah larut saat diseduh ke dalam air panas.
6.PENGEMASAN
Biji kopi sangrai atau kopi bubuk dikemas dalam kemasan aluminium foil dan dipress panas. Kesegaran, aroma dan citarasa kopi bubuk atau kopi sangrai akan terjaga dengan baik pada kemasan vakum supaya kandungan oksigen di dalam kemasan minimal. Untuk mempermudah pemasaran dan distribusi ke konsumen, kemasan kopi bubuk atas dasar jenis mutu, ukuran kemasan dan bentuk kemasan dimasukkan dan dimuat di dalam kardus [karton]. Kardus diberi nama perusahan, merek dagang dan label produksi yang jelas. Tumpukan kardus kemudian disimpan di dalam gudang dengan sanitasi, penerangan dan ventilasi yang cukup.
PENGOLAHAN PRODUK KOPI INSTAN
1.BUBUK KOPI
Bubuk kopi sangrai merupakan bahan baku kopi instant. Bubuk kopi diperoleh dari proses penghalusan biji kopi sangrai. Ukuran partikel bubuk diatur pada tingkat medium [hasil ayakan 60 Mesh].
2.PELARUTAN
Ekstraksi bubuk kopi dilakukan secara batch dalam kolom dengan sirkulasi pelarut air perbandingan 1/3,5 pada suhu 80 oC selama 45 menit. Sisa bubuk hasil pelarutan dikempa secara manual untuk mengekstrak komponen kopi yang masih tertinggal. Kisaran rendemen ekstraksi antara 30 – 32 % [berat]. Sisa bubuk kopi merupakan limbah untuk diolah menjadi biogas.
3.KRISTALISASI
Ekstrak kopi dimasukkan ke dalam alat kristalisator dan ditambah gula dengan proporsi 1/1. Selama 30 menit pertama, larutan ekstrak kopi dan gula dipanaskan pada 100 oC. Setelah larutan mendekati jenuh, suhunya diturunkan menjadi 70 oC selama 20 menit berikutnya. Pada 10 menit terakhir, sumber panas dimatikan. Larutan jenuh kemudian didinginkan dengan udara lingkungan sampai terbentuk kristal gula- kopi.
4.PENGHALUSAN
Kristal gula-kopi digiling secara mekanik menjadi bubuk halus.
5.PENCAMPURAN
Selain disajikan dalam bentuk murni, bubuk kopi instant juga bisa dicampur dengan bubuk krimer susu instant pada proporsi tertentu dengan alat pencampur putar tipe hexagonal.
6.PENGEMASAN
Bubuk kopi-krimer instant dikemas dalam kemasan saset aluminium foil @ 25 gr [sebagai pengemas primer].
7.PELABELAN
Untuk mempermudah pemasaran dan distribusi ke konsumen, kemasan saset dimasukkan ke dalam kemasan kertas berlabel [sebagai kemasan sekunder].

PENGOLAHAN PRODUK KOPI INSTAN RENDAH KAFEIN
1.BIJI KOPI
Biji kopi mengandung kafein antara 1,70 sampai 2,50 %. Kafein adalah senyawa penyegar. Bagi peminum kopi yang sensitif terhadap senyawa ini, kafein diduga mempunyai efek yang kurang baik untuk kesehatan. Untuk itu, kadar kafein dalam biji perlu diturunkan sampai aman untuk peminum yang sensitif.
2.PELARUTAN
Ekstraksi kafein dari biji kopi dilakukan secara batch dalam kolom dengan sirkulasi pelarut air perbandingan 1/5 pada suhu 80 oC selama 5 sampai 7 jam tergantung pada kadar kafein yang akan diekstrak.
3.PENYANGRAIAN
Biji kopi rendah kafein disangrai dengan kondisi suhu dan waktu seperti halnya menyangrai biji kopi biasa.
4.PENGHALUSAN BIJI KOPI SANGRAI
Biji kopi rendah kafein yang telah disangrai dihaluskan dengan alat yang sama untuk penghalusan biji kopi sangrai biasa. Kopi bubuk rendah kafein bisa langsung disajikan dengan cara menyeduh dengan air mendidih seperti halnya kopi tubruk. Namun, citarasa dan aromanya tidak sebaik dan setajam biji kopi yang masih asli. Hal ini disebabkan beberapa senyawa pembentuk citarasa dan aroma terikut larut bersama kafein saat proses ekstraksi berlangsung. Biji kopi rendah kafein juga dapat diproses menjadi kopi instant.
5.PELARUTAN
Ekstraksi bubuk kopi rendah kafein dilakukan secara batch dalam kolom dengan sirkulasi pelarut air perbandingan 1/3,5 pada suhu 80 oC selama 45 menit. Kisaran rendemen ekstraksi antara 27 – 29 %.
6.KRISTALISASI
Ekstrak kopi rendah kafein dimasukkan ke dalam alat kristalisator dan ditambah gula dengan proporsi 1/1. Selama 30 menit pertama, larutan ekstrak kopi dan gula dipanaskan pada 100 oC. Setelah larutan mendekati jenuh, suhunya diturunkan menjadi 70 oC selama 20 menit berikutnya. Pada 10 menit terakhir, sumber panas dimatikan. Larutan jenuh didinginkan dengan udara lingkungan sampai terbentuk kristal gula- kopi.
7.PENGHALUSAN
Kristal gula-kopi rendah kafein digiling secara mekanik menjadi bubuk halus.
8.PENCAMPURAN
Selain dapat disajikan dalam bentuk murni, bubuk kopi rendah kafein dicampur dengan krimer susu kopi instant pada proporsi tertentu dengan alat pencampur putar tipe hexagonal.
9.PENGEMASAN
Bubuk kopi rendah kafein-krim instant dikemas dalam kemasan saset aluminium foil @ 25 gr [sebagai pengemas primer].
10.PELABELAN
Untuk mempermudah pemasaran dan distribusi ke konsumen, kemasan saset dimasukkan ke dalam kemasan kertas berlabel [sebagai kemasan sekunder].

PENGOLAHAN PRODUK KOPI-JAHE INSTAN
1.UMBI [AKAR] JAHE
Umbi jahe dihasilkan dari tanaman jahe [Zingiber officinale] seperti yang umum ditanam di kebun sebagai bumbu dan obat.
2.PENCUCIAN
Umbi jahe hasil panen dicuci dengan air segera setelah panen. Pencucian dilakukan secara mekanik [batch] dan dibilas beberapa kali dengan air bersih.
3.PENGIRISAN
Umbi jahe yang telah bersih diiris menjadi lempengan dengan ketebalan 3 sampai 4 mm. Pengirisan dilakukan secara mekanik dengan pisau berputar, tanpa penambahan air.
4.EKSTRAKSI
Irisan jahe dikempa dengan dengan alat kempa hidrolik sampai cairan [jus] jahe keluar seluruhnya. Setiap 10 kg irisan umbi jahe diperoleh ekstrak jahe sebanyak 5 kg. Serat jahe tertinggal dalam alat kempa dan dibilias dengan 10 liter air. Serat diolah menjadi kompos atau biogas.
5.KRISTALISASI LARUTAN JAHE
Ekstrak jahe dimasukkan ke dalam alat kristalisator dan ditambah gula dengan proporsi 1/1. Selama 30 menit pertama, larutan ekstrak jahe dan gula dipanaskan pada 100 oC. Setelah larutan mendekati jenuh, suhunya diturunkan menjadi 70 oC selama 20 menit berikutnya. Pada 10 menit terakhir, sumber panas dimatikan. Larutan jenuh didinginkan dengan udara lingkungan sampai terbentuk kristal gula- jahe.
6.PENGHALUSAN
Kristal gula-jahe digiling secara mekanik menjadi bubuk halus.
7.PENCAMPURAN
Kopi jahe dihasilkan dari pencampuran bubuk kristal gula-jahe dan bubuk kopi instant pada proporsi tertentu dengan alat pencampur putar tipe hexagonal.
8.PENGEMASAN
Bubuk kopi jahe instant dikemas dalam kemasan saset aluminium foil @ 25 gr [sebagai pengemas primer].
9.PELABELAN
Untuk mempermudah pemasaran dan distribusi ke konsumen, kemasan saset dimasukkan ke dalam kemasan kertas berlabel [sebagai kemasan sekunder].

PENGOLAHAN PRODUK KOPI-GINSENG INSTAN
1.UMBI [AKAR] GINSENG
Umbi ginseng dihasilkan dari tanaman Pfaffia paniculata, dari famili Amaranthaceae, genus Pfaffia, dan spesies Paniculata. Tanaman ini ditanam sebagai tanaman kebun. Tidak seperti tanaman ginseng dari Korea, umbi tanaman jenis Pfaffia dapat dipanen setelah tanaman berusia 6 bulan.
2.PENCUCIAN
Umbi ginseng dicuci dengan air segera setelah panen. Pencucian dilakukan secara mekanik [batch] dan dibilas beberapa kali dengan air bersih.
3.PENGIRISAN
Umbi ginseng yang telah bersih diiris menjadi lempengan-lempengan dengan ketebalan 3 sampai 4 mm. Pengirisan dilakukan secara mekanik dengan pisau berputar, tanpa penambahan air.
4.EKSTRAKSI
Irisan ginseng dikempa dengan dengan alat kempa hidrolik sampai cairan [jus] ginseng keluar seluruhnya. Setiap 10 kg irisan umbi ginseng diperoleh ekstrak ginseng sebanyak 5 kg. Serat ginseng tertinggal dalam alat kempa dan dibilias dengan 10 liter air. Serat diolah menjadi kompos atau biogas.
5.KRISTALISASI LARUTAN GINSENG
Ekstrak ginseng dimasukkan ke dalam alat kristalisator dan ditambah gula dengan proporsi 1/1. Selama 30 menit pertama, larutan ekstrak ginseng dan gula dipanaskan pada 100 oC. Setelah larutan mendekati jenuh, suhunya diturunkan menjadi 70 oC selama 20 menit berikutnya. Pada 10 menit terakhir, sumber panas dimatikan. Larutan jenuh didinginkan dengan udara lingkungan sampai terbentuk kristal gula- ginseng.
6.PENGHALUSAN
Kristal gula-ginseng digiling secara mekanik menjadi bubuk halus.
7.PENCAMPURAN
Kopi ginseng dihasilkan dari pencampuran bubuk kristal gula-ginseng dan bubuk kopi instant pada proporsi tertentu dengan alat pencampur putar tipe hexagonal.
8.PENGEMASAN
Bubuk kopi ginseng instant dikemas dalam kemasan saset aluminium foil @ 25 gr [sebagai pengemas primer].
9.PELABELAN
Untuk mempermudah pemasaran dan distribusi ke konsumen, kemasan saset dimasukkan ke dalam kemasan kertas berlabel [sebagai kemasan sekunder].